Tugas UTS Study Kasus

Jawaban Study Kasus UTS
Menurut pendapat saya dalam kasus ini ada beberapa pelanggaran etika bisnis.
Yang pertama adalah penggunaan bahan – bahan berbahaya untuk kesehatan masyarakat. Mungkin alasannya adalah bahan – bahan tersebut dapat member efek yang lebih cepat sehingga merk obat tersebut dapat langsung di percaya oleh masyarakat awam.
Yang kedua adalah pelanggaran menggunakan dosis yang berlebihan. Alasannya sama tetapi pengusaha tidak memperhatikan dampak bahayanya terhadap kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Menurut pakarnya sebenarnya obat cina yang mengandung bahan asli dan tidak berbahaya untuk kesehatan masyarakat akan memberikan efek yang cukup lama untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
Yang ketiga menurut berita yang beredar adalah penggunaan bahan makanan atau obat yang diharamkan dalam hal ini kita tidak bias menyalahkan “ jika ” memang pangsa pasar obat tersebut adalah masyarakat non islam yang mengetahui bahan tersebut “ selama “ bahan tersebut tidak berbahaya untuk kesehatan masyarakat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tugas Iklan

TUGAS
ETIKA DALAM BERIKLAN

Oleh :
Nama : Ayu Putri Anjarsari
NIM : 01111026
Prodi : Ekonomi Akuntansi

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

I. DEFINISI IKLAN
Segala bentuk pesan tentang suatu produk disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Iklan/pariwara adalah salah satu bentuk transaksi ekonomi yang pada umumnya melibatkan 3 (tiga) pihak yaitu: produsen (sebagai pemrakarsa), biro iklan dan media massa. Hal ini penting diungkapkan di sini karena seringkali masih terjadi kerancuan yang menyamakan iklan dengan berita (sebagai produk dari jurnalistik. Berita seharusnya bukanlah suatu proses transaksi ekonomi. Iklan dapat saja bentuknya mirip seperti berita, tapi tetap harus dapat dibedakan dengan berita. Etika akan terikat dengan etika periklanan, sedangkan berita akan terikat dengan etika jurnalistik.

Pesan iklan, sebagai inti dari apa yang akan disampaikan dalam suatu iklan, akan efektif bila ia mengandung unsur persuasif. Ia harus mampu membujuk pemirsanya, minimal untuk memperhatikan iklan tersebut dan kemudian mengajak pemirsanya menjadi konsumen dari produk/jasa yang ditawarkannya. Berita tidak mempunyai unsur persuasif ini karena berita pada dasarnya harus netral.

Unsur persuasif dalam iklan harus dikemas sedemikian rupa sehingga langsung dapat dimengerti oleh pemirsanya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Berita, di sisi lain, seharusnya memberikan detil yang lebih panjang-lebar. Iklan umumnya singkat dan padat karena mahalnya biaya pemasangannya di media massa.

II. JENIS IKLAN
1. Pembagian secara umum.
Secara teoritik menurut Bittner ada dua jenis iklan, yaitu :
• Iklan Standar, yaitu iklan yang ditata secara khusus untuk keperluan memperkenalkan barang, jasa, pelayanan untuk konsumen melalui media periklanan
• Iklan Layanan masyarakat, yaitu iklan yang bersifat non profit dan berupaya memperoleh keuntungan social dalam masyarakat.

2. Pembagian secara garis besar
Secara garis besar Frank Jefkins dapat menggolonglan iklan menjadi tujuh kategori pokok, antara lain :
• Iklan Konsumen
• Iklan Antarbisnis
• Iklan Perdagangan
• Iklan Eceran
• Iklan Keuangan
• Iklan langsung (iklan yang menggunakan media pos (direct mail))
• Iklan Lowongan Kerja
3. Pembagian secara khusus
• Berdasarkan khalayak sasaran psikografis
• Berdasarkan khalayak sasaran geografis
• Berdasarkan penggunaan media
• Berdasarkan fungsi dan tujuan iklan
III. PENGANTAR TATA KRAMA PERIKLANAN

1. HIRARKI ATURAN
• Undang-undang R.I
• Peraturan Presiden R.I
• Peraturan Pemerintah R.I Kode Etik Profesi
• Peraturan Menteri
• Peraturan Direktur Jenderal
2. PERATURAN
• Sifatnya mengikat
• Yang mengawasi dan membina jelas
• Rambu-rambunya jelas
• Ada sanksi yang jelas

3. TATA KRAMA
• Tata Krama tidak mengikat
• Tergantung kepada niat dan hati nurani masing-masing.
• Yang mengawasi dan membina jelas
• Tidak ada sanksi yang memberatkan
• Sanksi tidak bisa diterapkan
• Pengawasan dan pembinaan tidak efektif
• Rambu-rambunya terbuka atas interpretasi

4. ACUAN
• UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen
• UU RI Nomor 40 Tahun 1999
• UU RI Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Penyiaran
• UU RI Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan
• PP RI Nomor 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan
• Keputusan Menteri Kesehatan RI No. (rancangan)
Tentang Petunjuk Pelaksanaan PP RI Nomor 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan
• PP RI No.81 Tahun 1999 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan
• PP RI No.38 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas PP No.81 Tahun 1999
Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan.
• Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 368/Men.Kes/SK/IV/1994 Tentang Pedoman Periklanan Obat Bebas, Obat Tradisional, Alat Kesehatan, Kosmetika, Perbekalan Kesehatan, Rumah Tangga, Makanan, dan Minuman.
• Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia yang disempurnakan.

Asas Utama Periklanan: Jujur dan benar!

Dalam kitab Etika Pariwara Indonesia, disebutkan 3 asas utama periklanan; yaitu:
Iklan dan pelaku periklanan harus:
1. Jujur, benar, dan bertanggungjawab.
2. Bersaing secara sehat.
3. Melindungi dan menghargai khalayak, tidak merendahkan agama, budaya, negara, dan golongan, serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Berita yang mengikuti etika jurnalistik haruslah dengan jujur mencari kebenaran yang sedalam-dalamnya. Berita tidak boleh berpihak. Bila ada pendapat yang pro, ia juga harus mengulas pendapat yang sebaliknya. Walaupun seorang Nurdin Halid dikecam banyak masyarakat atas tindakannya, berita yang baik haruslah tetap memberikan kesempatan pembelaan kepada Nurdin Halid dengan menuliskan pendapatnya serta pendapat pihak-pihak yang mendukungnya. Berita haruslah menjunjung tinggi “kejujuran dan kebenaran” ini, di atas uang, tekanan politik bahkan tekanan masyarakat sekalipun!

Iklan yang beretika adalah iklan yang menyatakan kebenaran dan kejujuran juga! Tapi iklan tidaklah akan efektif bila ia tidak mempunyai unsur persuasif. Akibatnya, tidak akan ada iklan yang akan menceritakan the whole truth dalam pesan iklannya. Sederhananya, iklan pasti akan mengabaikan informasi-informasi yang bila disampaikan kepada pemirsanya malah akan membuat pemirsanya tidak tertarik untuk menjadi konsumen produk/jasanya. Sebuah produk sepeda motor misalnya, tidak akan menyebutkan atau menyampaikan dalam pesannya bahwa bila si pengendara sepeda motor tersebut belum pernah naik motor dia bisa celaka. Meskipun dalam iklannya, sepeda motor itu hanya akan menyebutkan hal-hal yang baik saja, semua hal-hal baik tersebut haruslah benar dan jujur!

Suatu produk air mineral yang menyampaikan pesannya bahwa airnya berasal dari sumber di daerah A padahal sebenarnya berasal dari daerah B adalah iklan yang tidak jujur dan bohong. Iklan yang menyatakan bahwa harga produk A adalah yang termurah tapi sebenarnya ada produk lain yang lebih murah adalah iklan yang tidak jujur dan bohong.

Seringkali, kita juga mendengar pendapat adanya “iklan yang tidak mendidik”. Sejak awal mulanya muncul, iklan bukanlah suatu pesan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. Berita dapat menjadi alat pendidikan. Iklan adalah suatu alat ekonomi yang bertujuan khusus yaitu menjual produk atau jasa. Iklan selalu bertujuan mendapatkan keuntungan; yaitu dengan harapan produk/jasa yang diiklankan menarik makin banyak konsumen.

Iklan dapat berfungsi menginformasikan kepada konsumen atas keberadaan suatu produk/jasa dan apa saja keunggulan produk tersebut (tidak akan disebutkan apa kelemahannya, kecuali untuk beberapa jenis produk tertentu yang diatur secara khusus oleh pemerintah – seperti rokok dan obat-obatan). Bila iklan “harus mendidik”, maka hal itu harus dipahami dengan batasan/koridor di atas. Dengan demikian, haruslah dipahami bahwa menjadi konsumen yang cerdas, tidaklah cukup hanya dengan melihat/memperhatikan isi iklan!

Setiap kali kita melihat iklan maka yang terpapar ke kita adalah hal-hal yang baik. Padahal, pasti ada hal-hal lain yang menjadi kelemahan dari produk tersebut yang tidak disampaikannya. Menjadi konsumen yang cerdas berarti:
1. Menganalisa apakah informasi/pesan iklan (hal-hal yang baik) sudah jujur dan benar?
2. Mencari informasi-informasi tambahan yang tidak disebutkan dalam pesan iklan tersebut

Untuk membantu konsumen menganalisa kebenaran dan kejujuran suatu iklan, kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI) dapat dipakai sebagai panduannya. Kitab ini bukan hanya milik dari masyarakat periklanan. Kitab ini adalah milik seluruh masyarakat Indonesia yang berperan sebagai konsumen iklan di Indonesia.

Salah satu cara mudah (tapi bukan satu-satunya) untuk mencari informasi-informasi tambahan yang tidak disebutkan dalam pesan iklan adalah dengan membaca label produk, buku panduan pemakaian, lembar garansi, persyaratan dan sejenisnya. Produk/jasa yang beretika tinggi pasti akan mencantumkan dengan lebih lengkap informasi-informasi tentang produknya di sana. Bila tidak, kita pantas mencurigai adanya itikad tidak baik pada produk tersebut. Dalam era internet, kini akan sangat jauh lebih mudah mencari informasi-informasi tambahan lainnya selain dari sumber-sumber di atas.

IV. Etika Periklanan vs Kreatifitas

Di dalam masyarakat periklanan sendiri, panduan yang diberikan dalam kitab EPI belumlah sepenuhnya dapat diterima. Bahkan bagi sebagian praktisi periklanan kitab tersebut dianggap sebagai “penjara atas kreatifitas” mereka. Yang dimaksud dengan praktisi periklanan di sini minimal adalah ke 3 (tiga) pihak yang terlibat dalam suatu proses periklanan; yaitu: pemrakarsa/produsen, biro iklan dan media massa.

Sikap mengabaikan etika periklanan adalah suatu kesalahan fatal! Penulis seringkali menyampaikan bahwa tanpa mempelajari etika periklanan maka sebenarnya tidaklah pantas seseorang menyebutkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat periklanan.

Suatu iklan agar mempunyai efek persuasif yang tinggi haruslah mampu “berbicara dalam bahasa konsumen”, dengan kata lain, ia harus komunikatif. Dalam usahanya membuat suatu iklan menjadi komunikatif, insan periklanan berusaha mencari tahu hal-hal apa saja yang akan menarik perhatian mereka; hal-hal yang saat ini menjadi trend dan disukai (atau akan disukai) oleh konsumennya. Contoh sederhananya: bila produk saya adalah untuk kaum remaja, maka menggunakan dialek yang dipahami oleh kaum remaja akan lebih komunikatif. Atau menggunakan peristiwa-peristiwa yang disukai oleh kaum remaja (berkemah, pesta, jalan-jalan bersama dan sebagainya).

Hal-hal yang dicari di atas erat kaitannya dengan unsur budaya yang ada pada suatu kelompok masyarakat. Budaya itu mungkin sudah berakar lama, mungkin pula sedang dalam proses perubahan. Dalam industri periklanan dikenal istilahconsumer insights yang diyakini oleh praktisi periklanan sebagai sesuatu yang dapat membuat pesan iklannya menarik dan mudah dipahami oleh kelompok konsumennya.
Penulis ingin sedikit mengoreksi istilah tersebut menjadi positive consumer insights, karena di sisi lain terdapat negative consumer insights. Hal terakhir inilah yang sering dilupakan dan diabaikan oleh para praktisi periklanan. Budaya konsumen juga memberikan “pagar-pagar” terkait dengan hal-hal yang tidak mereka sukai. Mereka mungkin mudah memahaminya, tapi dalam konotasi yang negatif. Dengan demikian, pemahaman atas positive consumer insights tidaklah menjamin suatu pesan akan komunikatif bila tidak memperhatikan negative consumer insights.

Kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI) adalah kitab panduan yang disusun oleh para praktisi periklanan senior dari berbagai latar-belakang. Kitab tersebut disusun berdasarkan pengalaman mereka dan perbandingan etika periklanan yang ada di negara-negara lain. Pada dasarnya, kitab tersebut adalah suatu panduan budaya konsumen (di Indonesia) yang terkait dengannegative consumer insights.

Praktisi periklanan Indonesia justru seharusnya wajib berterima-kasih dengan adanya kitab tersebut karena kitab tersebut memudahkan mereka untuk memahami hal-hal yang tidak disukai oleh konsumen Indonesia tanpa harus melakukan penelitian sendiri.

Bila penjelasan di atas dirasa belum memuaskan, maka penulis ingin menambahkan satu argumen lagi. Kreatifitas periklanan bukanlah kreatifitas “liar”. Seseorang boleh saja menjadi seorang kreatif yang “liar” bila ia seorang seniman murni (pure artist). Seorang Pablo Picasso, misalnya, tidak akan peduli apakah lukisannya akan disukai atau dicemooh oleh pemirsanya (dan pada kenyataannya pada saat hidupnya, lukisannya lebih sering dicela karena berbeda dari “pakem” saat itu). Ia melukis lebih berdasarkan panggilan hatinya, bukan karena pesanan seseorang.

Seperti telah disebutkan di atas; iklan adalah suatu produk ekonomi. Dalam iklan terdapat stakeholders. Jadi iklan adalah suatu seni komersial (commercial art). Keterlibatan berbagai stakehodlers tersebutlah yang mewajibkan kita untuk memperhatikan adanya unsur budaya (etika) yang dapat menyatukan seluruh komponen industri periklanan ini dalam suatu proses ekonomi yang beretika.
Etika periklanan adalah suatu komponen penting untuk menjaga daya-tahan dunia iklan. Tanpa adanya etika periklanan, iklan akan berisi banyak kebohongan dan ketidak-jujuran. Akibatnya masyarakat akan mengacuhkan iklan dan industri periklanan akan mati. Jadi, komponen industri periklanan yang tidak mendukung etika periklanan sebenarnya adalah pihak-pihak yang justru menginginkan matinya industri ini.

V. Iklan Koran dan Iklan Baliho
Iklan Koran termasuk kedalam kelompok iklan media cetak. Berdasarkan luas spacenya iklan ini mengena tiga bentuk yaitu :
• Iklan baris, biasanya tidak lebih dari 3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu kolom
• Iklan kolom, memiliki lebar satu kolom namun lebih tinggi dibanding iklan baris
• Iklan display, memiliki ukuran lebih luas dibanding iklan kolom
• Iklan advertorial, memiliki ukuran luas seperti iklan display namun dengan teknik penyampaian pesan lebih diarahkan pada bentuk sebuah berita

Sementara iklan baliho termasuk dalam jenis iklan luar ruang (out-of-home). Iklan dalam kategori ini adalah iklan dalam media yang menjangkau audience nya di luar rumah.

Sebagai contoh beberapa iklan tentang KPR BTN dibawah ini :

Iklan baliho ini terletak di Jalan Raya Gunungsari. Pojokan Jalan Pulosari. Tertulis jelas kata-kata “Cara bayar yang ringan dan menguntungkan. Cukup bayar bunga saja. Ringan dan mudah” dan juga tercantum contact centre 500286 dan website www.btn.co.id

Iklan kedua berada pada Koran Jawa Pos 20 November 2014. Dalam iklan ini tertulis tempat pameran dan doorprize untuk menarik perhatian para konsumennya.

Dan iklan ketiga ini berada di Koran Kompas 20 November 2014. Iklan ini lebih memperlihatkan secara detail tentang perusahaan property yang bekerjasama dengan bank tersebut.
Ketiga iklan tersebut memiliki perbedaan yang sangat terlihat. Tentang apa yang ditampilkan dan apa yang menjadi kata-kata untuk menarik perhatian dan rasa ingin tahu para konsumennya. Baliho disajikan dengan gambar yang mendominasi dan kata-kata yang sedikit diharapkan para pengguna jalan raya akan bias melihat tanpa berhenti lama di pinggir jalan untuk membacanya. Dan iklan dalam Koran disajikan secara lengkap dan detail karena pembaca koran biasanyaadalah orang yang mempunyai waktu yang cukup untuk membaca dan mencermati koran yang dibacanya, diharapkan para pembaca akan benar-benar tertarik dengan iklan yang disajikan.
VI. Kesimpulan
Jenis-jenis iklan yang sangat beragam dan banyaknya media yang digunakan, tujuan utamanya adalah menarik perhatian para konsumen atau masyarakat tertarik untuk sekedar ingin tahu bahkan akan membeli barang atau jasa yang ditawarkan. Penyajian iklan dalam media apapun seharusnya tetap mengutamakan kenyamanan para pembacanya dan tetap mengikuti keindahan dan kerapian iklan tersebut.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tugas Resume Etika Bisnis

Resume
Buku : PengantarEtikaBisnis
Pengarang : K. BERTENSEdisiRevisi
Penerbit : KANISIUS Yogyakarta
BAB 8 : PeriklanandanEtika

PERIKLANAN DAN ETIKA
Periklanan atau reklame adalah bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis modern.Kenyataan ini berkaitan erat dengan cara berproduksi industri modern yang menghasilkan produk-produk dalam kuantitas besar, sehingga harus mencari pembeli. Dan pasti ada kaitannya juga dengan system ekonomi pasra, dimana kompetisi dan persaingan merupakan unsur hakiki. Iklan justru dianggap ampuh untuk menonjolkan produk dalam persaingan.Dalam perkembangan periklanan , media komunikasi modern memegang peranan dominan, contohnya televisi.Fenomena periklanan ini menimbulkan berbagai masalah yang berbeda. Contoh masalah periklanan adalah sebagai berikut:
a. Dari segi ekonomi :Pada dasarnya iklan menghabiskan biaya yang sangat besar sekali.Biaya luar biasa tersebut akhirnya dibebankan kepada konsumen.
b. Dari segi sosiokultural :Iklan-iklan setiap hari secara massal dan intensif dipublikasikan kepada masyarakat melalaui berbagai media, pada umumnya tidak mendidik, tetapi justru menyebarkan selera rendah. Ditegaskan puala bahwa bisnis periklanan memamerkan suatu suasana hedonitis dan materialistis.Dengan kata lain, periklanan dilatarbelakangi suatu ideology tersembunyi yang tidak sehat, yaitu ideology konsumerisme.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

tugas manajemen stratejik

adira
PT. ADIRA FINANCE
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance didirikan pada tahun 1990 dan mulai beroperasi pada tahun 1991. Sejak awal Perusahaan telah berkomitmen untuk menjadi perusahaan yang terbaik dan terkemuka di sektor pembiayaan yang melayani pembiayaan beragam merek, baik untuk sepeda motor maupun mobil, baru maupun bekas. Melihat pada adanya potensi untuk mengembangkan usaha lebih lanjut, Adira Finance melakukan penawaran umum perdana atas sahamnya pada tahun 2003, yang mana Bank Danamon menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 75%, dilanjutkan dengan melakukan akuisisi selanjutnya sebesar 20% saham, menjadikan Bank Danamon memiliki kepemilikan saham sebesar 95% pada tahun 2009. Dengan demikian, Adira Finance menjadi bagian dari Temasek Holdings, perusahaan investasi plat merah asal Singapura.

Memasuki tahun 2013, perekonomian Indonesia mulai mengalami serangkaian tekanan. Pada kondisi ekonomi dunia di mana harga komoditas masih melanjutkan tren penurunan yang memberikan indikasi telah berakhirnya supercycle, ditambah lagi rencana pengurangan stimulus (Quantitative Easing) oleh Federal Reserve, Amerika Serikat, yang menimbulkan kepanikan pada perekonomian secara global dan berujung pada aliran dana asing keluar dari Indonesia.

Tekanan pada ekonomi global kemudian berdampak pada neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2013 yang mencatatkan defisit sebesar USD 7,3 miliar. Kondisi inipun turut membuat nilai tukar rupiah terdepresi hingga ditutup pada Rp12.160 per dollar AS. Inflasi melonjak hingga hingga menyentuh tingkat 8,38% pada tahun 2013, dan sebagai langkah pengendalian inflasi, Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan secara bertahap hingga ditutup pada tingkat 7,5% pada akhir tahun 2013. Dengan demikian, pada tahun 2013, Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,8%.

Walaupun kesemua kondisi di atas tidak terlihat kondusif, namun sesungguhnya perekonomian Indonesia masih kuat secara fundamental. Hal ini dapat dilihat dari industri otomotif Indonesia yang masih mencatatkan pertumbuhan pada tahun 2013, yakni tumbuh 9% untuk penjualan sepeda motor nasional menjadi 7,8 juta unit dan 10% untuk penjualan mobil nasional menjadi 1,3 juta unit.

Saat ini, Adira Finance telah berhasil menjadi salah satu perusahaan pembiayaan otomotif terbesar di Indonesia berdasarkan pencapaian laba, pembiayaan baru dan piutang yang dikelola. Dengan didukung oleh lebih dari 28 ribu karyawan dan 667 jaringan usaha yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Adira Finance melayani lebih dari 3,7 juta konsumen dengan jumlah piutang yang dikelola sebesar Rp48,3 triliun dan menguasai pangsa pasar 12,6% untuk sepeda motor baru dan 5,4% untuk mobil baru.

Dengan pencapaian tersebut, Adira Finance menjadi kontributor yang signifikan terhadap total portofolio Danamon. Di tahun 2013, Adira Finance telah menyumbang 34% dari total portofolio dan 65% kepada segmen kredit mass-market Bank Danamon.

Guna menghadapi meningkatnya tantangan dan risiko pada tahun 2014 ini, Perusahaan telah mendefinisikan strategi korporasinya dengan tagline “Together We Go To The Next Level Through: Customer Engagement”, di mana strategi tersebut telah dilakukan sosialisasi kepada seluruh karyawan Perusahaan.

Visi dan Misi

Visi : Menjadi Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia

Membangun market presence yang signifikan (merek, pangsa pasar, jaringan usaha, produk/pelayanan)
Menjalankan proses operasional yang terstandarisasi dan excellent
Menciptakan kontribusi nilai (value) yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan

Adira Finance bertekad untuk menjadi “Perusahaan Pembiayaan Kelas Dunia” yang keberadaannya sangat diperhitungkan baik oleh pesaing maupun pasar. Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia saat ini, Adira Finance memiliki aspirasi untuk terus membangun market presence yang signifikan baik dalam hal brand name yang dekat di hati masyarakat, pangsa pasar yang besar, jaringan usaha yang tersebar luas dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat, serta menyediakan produk/pelayanan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Ini semua didukung oleh pelaksanaan proses operasional yang telah terstruktur dan terstandarisasi sehingga memberi hasil yang terbaik. Dengan demikian, Perusahaan akan dapat mewujudkan kontribusi nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan, baik pemegang saham, konsumen, rekan usaha, karyawan, regulator, serta masyarakat di sekitarnya.

Misi

Menyediakan produk dan pelayanan yang terdiversifikasi melalui beragam saluran distribusi
Melaksanakan operational excellence dan manajemen risiko yang baik
Menyediakan tempat bekerja terbaik bagi karyawan
Memampukan komunitas untuk mengalami kesejahteraan

Sebagai salah satu perusahaan yang menjalankan usahanya pada bidang jasa keuangan, khususnya jasa pembiayaan kendaraan bermotor membuat Adira Finance mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masyarakat, khususnya mereka yang telah menjadi konsumen Perusahaan. Masyarakat mendapatkan fasilitas/produk pembiayaan melalui Adira Finance untuk kepemilikan kendaraan bermotor dan pelayanan yang bervariasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam melalui saluran distribusi dengan jangkauan yang luas. Ini semua didukung oleh pelaksanaan operasional yang excellent serta manajemen risiko yang menerapkan prinsip kehati-hatian namun tetap menyediakan ruang untuk bertumbuh. Kedua hal ini hanya dapat terjadi apabila didukung oleh sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Untuk itu, Adira Finance berupaya untuk menyediakan lingkungan bekerja yang kondusif sebagai wujud dukungan bagi karyawannya. Hasil akhir yang hendak diwujudkan melalui penyediaan jasa pembiayaan yang baik ini, adalah pemberdayaan perekonomian masyarakat setempat agar dapat bergerak dengan baik yang pada akhirnya akan bermuara pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat luas.

Pernyataan Visi dan Misi di atas telah memperoleh persetujuan dari Direksi Perusahaan pada tanggal 6 Nopember 2012 dan disosialisasikan kepada Karyawan Perusahaan pada tanggal 17 Januari 2013

Tujuan : Untuk memberikan hasil kerja yang sempurna dan berkomitmen melalui kerjasama yang berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat.

Analisis SWOT
Kekuatan

1. Berpengalaman dalam bisnis pembiayaan selama 17 tahun
2. Pengalaman manajemen yang sudah matang
3. Mempunyai cabang dan sub cabang dengan jumlah 319 kantor
4. Mempunyai hubungan dengan lebih dari 2000 dealer motor hingga tahun 2010
5. Pemegang saham yang mempunyai kapabilitas handal (Bank Danamon) yang menyediakan dana dengan biaya dana yang rendah
6. Resiko yang lebih rendah karena Adira melayani berbagai permintaan kredit dengan merk kendaraan yang berbeda-beda

Kelemahan
1. Tidak berhubungan dengan salah satu perusahaan otomotif yang mampu memberikan pasar yang spesifik
2. Risiko jumlah aset yang menurun jika ekonomi melemah karena konsumen ADIRA sebagian besar mempunyai pendapatan yang minim
3. Ketergantungan yang tinggi kepada Bank Danamon sebagai penyedia dana terbesar

Kesempatan
1. Kepemilikan motor pribadi yang lebih sedikit dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand
2. Terdapat banyak kesempatan pengembangan usaha di luar Pulau Jawa
3. Jumlah perusahaan leasing yang bergerak di bidang pembiayaan motor dan mobil masih sedikit

Ancaman
1. Terdapat lembaga pembiayaan seperti Tunas Mandiri Finance atau BCA Finance yang menawarkan biaya dana yang lebih rendah dibandingkan dengan Bank Danamon
2. Kompetisi yang meningkat dari bank nasional yang kecil seperti BTPN ”Mitra Usaha Rakyat”; Danamon Simpan Pinjam atau Mandiri Mitra Usaha, yang menawarkan pinjaman dengan jaminan BPKB

Marketing Mix
Produk
1. Adira Trendi
Salah satu produk pembiayaan Adira Finance dalam transaksi jual-beli mobil pribadi antar perseorangan, tanpa melalui showroom / dealer. Pembeli dapat membeli kendaraan milik teman, tetangga, saudara, atau pihak perseorangan lainnya secara kredit (tidak tunai). Pihak penjual kendaraan pun dapat memanfaatkan fasilitas kredit ini untuk menawarkan kendaraannya kepada calon pembeli sehingga mempermudah proses negosiasi dan transaksi kendaraan.
Pembeli dan penjual yang sudah sepakat untuk melakukan transaksi jual-beli, tinggal menghubungi petugas Adira Finance di kantor cabang terdekat untuk dibantu proses pengajuan kreditnya
a. Syarat dan ketentuan bagi pembeli
i. Pastikan kondisi kendaraan dengan melihat dan mencobanya secara langsung
ii. Pastikan bahwa seluruh perlengkapan dan fungsi operasi kendaraan dapat digunakan secara normal
iii. Periksalah dengan seksama apakah ada tetesan oli, atau bunyi, atau getaran yang tak lazim
iv. Persiapkan dokumen pribadi yang dibutuhkan secara lengkap dan benar, yaitu:
· Fotocopy KTP (Pemohon dan Pasangan)
· Fotocopy Kartu Keluarga
· Bukti pembayaran PLN/PAM/PBB/TLP
· Slip gaji atau keterangan penghasilan
b. Syarat dan ketentuan bagi penjual
i. Persiapkan mobil Anda agar dapat tampil menarik secara prima dan terlihat menarik bagi banyak calon pembeli
ii. Persiapkanlah dokumen kendaraan secara lengkap, yakni:
· BPKB Asli
· Faktur kendaraan
· STNK dan Bukti Pajak Kendaraan
· Fotocopy KTP atas nama BPKB
iii. Pastikanlah bahwa perlengkapan kendaraan lainnya yang masih ada, telah tersedia di dalamnya buku manual, panduan service, kunci roda, ban serep, dll
iv. Berikanlah penjelasan secara lengkap dan benar kepada calon pembeli mengenai: riwayat kendaraan, cara penggunaan dan cara perawatannya
2. Pembiayaan mobil baru dan mobil bekas
a. Pembiayaan mobil baru
Fasilitas pinjaman yang menarik dari Adira Finance berlaku bagi mobil baru dari semua merek .
b. Pembiayaan mobil bekas
Autodirect merupakan solusi bagi anda yang ingin melakukan transaksi jual-beli mobil bekas secara pribadi – tanpa melalui showroom.
Fleksibilitas pemilihan mobil bekas yang dibeli dapat menjadi kepuasan tersendiri bagi nasabah. Membeli dari pemakai langsung, merupakan salah satu alternatif cara memperoleh mobil bekas yang berkualitas. Segera tentukan mobil bekas pilihan anda, nikmati kemudahan pembayarannya dari Adira Finance.
Syarat – Syarat :
· Mobil Maksimal berusia delapan (8) tahun
· Fotocopy : KTP + Kartu Keluarga + Rekening Listrik / PAM / Telepon + Bukti Penghasilan
3. Pembiayaan motor baru dan bekas
a. Pembiayaan motor baru
Fasilitas pinjaman yang menarik dari Adira Finance juga berlaku bagi motor baru dari semua merek .
b. Pembiayaan motor bekas
i. Bursa Motor
Merupakan pelayanan dalam pembelian motor bekas milik keluarga, teman, atau siapapun tanpa melalui showroom.
Syarat – Syarat :
· Sepeda Motor Maksimal berusia 5 tahun
· Fotocopy : KTP + Kartu Keluarga + Rekening Listrik / PAM / Telepon + Bukti Penghasilan
· Berlaku untuk merek: Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki*
Keunggulan Bursa Motor :
· Membeli langsung dari pemakai dan memperoleh harga yang pantas sesuai dengan kondisi sepeda motor
· Pembali dapat mengetahui sejarah penggunaan sepeda motor
· Pemeriksaan BPKB & STNK ke pihak kepolisian tanpa biaya
· Terbuka untuk umum

ii. One Stop Service
Penawaran khusus untuk nasabah Adira, yaitu penukaran sepeda motor lama dengan merek atau modek lain sesuai keinginan dan berlaku untuk sepeda motor baru atau bekas.
Syarat-Syarat :
· BPKB & STNK asli dan valid
· KTP & Kartu Keluarga
· Bukti Penghasilan
· Bukti Kepemilikan Rumah / Kontrak
Keunggulan:
· Motor Lama dihargai dengan harga yang tinggi
· Pulang dengan motor ”baru” dan uang tunai
· Persetujuan Kredit Kilat
· Otomatis terlindung asuransi kecelakaan AMAN 24 jam
iii. MAXI
Pemanfaatan sepeda motor dengan menjaminkan BPKB sepeda motor dengan fasilitas pembiayaan hingga 100% dari harga sepeda motor melalui proses yang cepat. Produk ini dibiayai oleh Bank Danamon.
Syarat – Syarat :
· Sepeda Motor Maksimal berusia 5 tahun
· Fotocopy : KTP + Kartu Keluarga + Rekening Listrik/PAM/Telepon + Bukti Penghasilan
· Saat ini berlaku untuk semua type ( bebek, skuter, dan sport) merek Honda, Yamaha, Suzuki.
h. Syarat Pengajuan Kredit
a. Karyawan dan Profesi
· Fotocopy KTP pemohon suami/istri
· Fotocopy Kartu Keluarga
· Fotocopy rekening listrik/PAM/PBB/Telepon(*)
· Slip Gaji atau fotocopy rekening tabungan (3 bulan terakhir) atau rekening koran ( 3 bulan terakhir)
· Fotocopy NPWP (**)
b. Wiraswasta
· Fotocopy KTP pemohon suami/istri
· Fotocopy Kartu Keluarga
· Fotocopy rekening listrik/PAM/PBB/Telepon(*)
· Fotocopy rekening tabungan (3 bulan terakhir) atau rekening koran ( 3 bulan terakhir)
· Fotocopy SIUP/SKDP/TDP/TDR
· Fotocopy NPWP (**)
c. Perusahaan badan hukum
· Fotocopy KTP pengurus (komisaris dan direktur)
· Fotocopy rekening koran (3 bulan terakhir) atau laporan keuangan
· Fotocopy akte pendirian dan perubahannya
· Fotocopy SIUP/SKDP/TDP/TDR
· Fotocopy NPWP(**)
Keterangan:
(*) Dapat digunakan dengan dokumen bukti bertempat tinggal lainnya seperti SHM,SHGB, SHGU, AJB, girik atau lain-lain.
(**) Wajib untuk pembiayaan di atas Rp. 50.000.000,00

Tempat dan cara pembiayaan angsuran:
· ATM on-line 24 jam non stop (ATM BCA & ATM Danamon)
Pembayaran menggunakan mesin ATM saat ini bekerjasama dengan Bank Danamon dan Bank BCA. Nasabah tinggal mengikuti instruksi yang tertera di tampilan layar mesin ATM. Struk yang keluar dari mesin ATM merupakan bukti transaksi sah atas pembayaran angsuran yang telah dilakukan, dan dapat pula ditukarkan dengan kwitansi asli dari Adira Finance bilamana nasabah datang ke kantor cabang. Pembayaran nasabah menggunakan mesin ATM akan diterima pada hari yang sama oleh Adira, kecuali jika ada masalah dalam sistem ATM saat itu. Nasabah pun tidak dikenakan biaya administrasi apapun jika menggunakan mesin ATM.
· Kantor Pos
Nasabah langsung datang ke kantor pos atau mobil pos terdekat untuk melakukan pembayaran. Di lokasi kantor pos besar di seluruh Indonesia telah terhubung sistem pembayaran on-line dengan Adira, sehingga pembayaran angsuran nasabah dapat langsung diterima pada hari yang sama oleh Adira. Namun di lokasi kantor pos cabang kecil atau mobil pos, belum menerapkan sistem pembayaran on-line dan berlaku sistem titipan sehingga pembayaran angsuran baru akan diterima 1-2 hari berikutnya oleh Adira. Nasabah tidak perlu khawatir bilamana pembayaran melalui pos tidak terhubung sistem pembayaran online karena nasabah tetap akan menerima struk pembayaran sah dari Adira.
· Kantor cabang Adira Finance

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perkembangan Internet

Saat ini internet sangatlah berkembang pesat.internet bukan hanya jaringan untuk berkomunikasi saja.saat ini internet sudah menjad alat untuk berbisnis.dari mulai bisnis perdagangan sampai bisnis perbankan.kita bisa mencari apa yang kita butuhkan dengan cara browsing di internet kapanpun dan dimanapun.Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to Web Blog Mahasiswa Universitas Narotama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment